andadari_

Parfum_Bahan Kimia Rumah Tangga

on April 29, 2013

Parfum adalah hasil pencampuran berbagai macam fragrance (wewangian). Fragrance adalah minyak esensial volatil dengan bau tertentu. Saat ini dikenal tiga macam fragrance:

1. fragrance alami yang didestilasi atau diekstraksi dari tumbuhan dan organ/kelenjar binatang, 
2. fragrance sintetik (duplikasi dari fragrance alami),
3. fragrance inovatif (variasi antara fragrance alami dengan tambahan zat-zat yang memiliki sifat unik).
Fragrance  yang dihasilkan dari sumber alami memiliki keterbatasan dari segi kelimpahan dan ragam baunya. Parfum yang beredar saat ini terdiri dari ratusan komposisi  sintetik dengan performance seperti parfum dari bahan alami.
 
Komposisi zat-zat di dalam parfum pada umumnya adalah etil alkohol (50-90%), akuades (5-20%) dan fragrance (10-30%). Berdasar kuantitas fragrance, maka dikenal istilah-istilah :
a. Perfume : campuran dengan komposisi fragrance yang besar (hampir murni fragrance). Minyak esensialnya terhambur ketika bersentuhan dengan kulit dan membebaskan bau. Bau perfume tahan lebih lama karena kandungan alkoholnya yang sangat rendah.
b. Eau de perfume : campuran dengan kandungan fragrance tidak sebesar seerti pada perfume, tetapi masih lebih kuat dibanding dengan Eau de toilette.
c. Eau de toilette : wewangian ringan, lebih lembut dan mengandung jumlah fragrance yang lebih rendah daripada Eau de perfume.
d. Cologne : campuran dengan komposisi alkohol yang tinggi, sehingga tercipta bau fragrance dengan kesan santai. Jenis ini paling populer dan lebih ekonomis.
e. Eau Fraiche : kandungan fragrance sangat sedikit (sangat ringan), digunakan dengan cara menyemprotkan pada kulit setelah mandi.
 
Fragrance juga ditambahkan pada produk-produk lain seperti, bedak, shampoo, deterjen, sabun mandi, hair spray, penyegar udara untuk ruangan, deodorant, krim pelembut dan pembersih wajah. Kandungan fragrance untuk produk-produk ini sekitar 0.5 hingga 5%.
 
Penggunaan parfum memiliki efek negatif . Di dalam komposisi parfum, selain etil alkohol sebagai pelarut sering ditambahkan zat-zat seperti : aseton, benzaldehida, benzil asetat, benzil alkohol, etil asetat dll. Zat-zat ini memiliki efek negatif bagi kesehatan:
Aseton : dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, mengantuk dan depresi.
Benzaldehida : memiliki efek narkotik dan iritasi pada kulit, mata, mulut dan tenggorokan.
Benzil asetat : bersifat karsinogenik, cairannya dapat meresap ke dalam sistem tubuh melalui kulit dan uapnya dapat mengiritasi mata.
Benzil alkohol : menyebabkan iritasi saluran pernapasan bagian atas dan penurunan tekanan darah.
Etil asetat: bersifat narkotik, merusak hati dan menyebabkan anemia.
 
 
 
 
 
 
  Sumber : Tim Depdiknas, 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: Kegiatan Pengembangan Sistem dan Pengendalian Program SLTP Jakarta
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: