andadari_

Sabun dan Deterjen_Bahan Kimia Rumah Tangga

on April 27, 2013
 
Sabun dan deterjen
 
Manusia memerlukan bahan yang dapat membantu melepas kotoran dari tempatnya menempel dan kemudian menahan agar kotoran yang telah terangkat tadi tetap tersuspensi ( tetap berada  di air dan tidak kembali menempel ke kain).
Kandungan utama sabun adalah Na-karboksilat (RCOONa), sedangkan deterjen adalah Na-Lauril Sulfat (C11H23-CH2-O-SO3-Na). Baik sabun maupun deterjen adalah garam (logam-sisa asam) yang berasal dari asam organik (asam lemah) dan basa kuat. Basa yang dapat digunakan pada pembuatan sabun adalah soda api (NaOH) atau Kalium hidroksida (KOH). Pembeda antara sabun dan deterjen adalah sisa asamnya.
Apabila pembuatan sabun menggunakan basa NaOH, maka akan dihasilkan sabun natrium. Garam natrium memiliki sifat keras, maka sabun natrium memiliki sifat keras. Jika dalam pembuatan sabun digunakan basa KOH, maka akan dihasilkan sabun kalium yang lunak dan umumnya diberi warna hijau sehingga disebut sabun hijau.
Sabun mempunyai satu kekurangan utama yakni akan bergabung dengan mineral-mineral yang terlarut dalam air membentuk senyawa yang sering disebut lime soap (sabun-kapur) yang membuat bercak  kuning di kain atau mesin pencuci.
Larutan sabun tidak membuih dalam air sadah. Air sadah adalah air yang mengandung garam kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).
 
Deterjen dibedakan menjadi 2 kelompok :
– Deterjen yang dibuat dari asam hidrokarbon yang struktur rantainya lurus.
  Bahan ini dapat dihancurkan oleh mikroba (biodegradable).
– Deterjen yang dibuat dari asam hidrokarbon yang struktur rantainya
  bercabang. Bahan ini tidak dapat dihancurkan oleh mikroba
  (unbiodegradable).
 
Prinsip kerja sabun dan deterjen dapat dijelaskan sebagai berikut :
– Kotoran atau lemak-lemak yang menempel pada badan, pakaian atau barang tidak dapat larut dalam air.
– Sabun maupun deterjen dibangun oleh dua bagian, yaitu bagian polar yang suka dengan air (hidrophil) dan bagian non polar yang suka dengan lemak (lipophil)
– Dengan adanya sabun atau detergen, maka lemak atau kotoran yang tadinya tidak dapat bercampur dengan air kini dapat bercampur dengan air. Dengan demikian lemak atau kotoran dapat dilepaskan atau dihilangkan dari tempatnya menempel.
 
Komponen utama deterjen adalah surfaktan. Fungsi surfaktan adalah untuk meningkatkan daya pembasahan air sehingga kotoran yang berlemak dapat dibasahi, mengendorkan dan mengangkat kotoran dari kain dan mensuspensikan kotoran yang telah terlepas, sehingga kotoran tidak menempel kembali pada barang yang dicuci.
Selain surfaktan, kandungan lain dalam deterjen yang penting adalah penguat (builder), yang berfungsi meningkatkan efisiensi surfaktan. Builder digunakan untuk melunakkan air sadah serta menciptakan kondisi keasaman yang tepat  agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih baik serta membantu mendispersikan dan mensuspensikan kotoran yang telah lepas.
Bahan yang sering digunakan sebagai builder adalah senyawa kompleks fosfat, natrium sitrat, natrium karbonat, natrium silikat atau zeolit. Disamping dua komponen utama tadi, deterjen masih mengandung komponen-komponen lain termasuk parfum.
Banyaknya busa tidak berhubungan secara signifikan dengan daya bersih deterjen, kecuali deterjen yang digunakan untuk proses pencucian dengan air yang jumlahnya sedikit (misalnya pada pencucian karpet). Untuk kebanyakan kegunaan di rumah tangga, misalnya pencucian dengan jumlah air yang berlimpah, busa tidak memiliki peran yang penting. Dalam pencucian dengan sedikit air, busa akan berperan untuk tetap memegang partikel yang telah lepas dari kain yang dicuci, sehingga mencegah pengendapan kembali kotoran.
Penggunaan deterjen terus meningkat. Deterjen dari kelompok unbiodegradable menjadi salah satu penyebab pencemaran air. Oleh sebab itu deterjen yang boleh diperdagangkan adalah deterjen yang secara alamiah cepat diuraikan.
 
 
 
 
 
 
 
 Sumber : Tim Depdiknas, 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: Kegiatan Pengembangan Sistem dan Pengendalian Program SLTP Jakarta
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: