andadari_

Proses Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

on April 20, 2013

P10Sebagai guru kita harus mempertimbangkan lebih dari sekedar apa yang terjadi di dalam pikiran siswa. Merangsang siswa belajar Ilmu Pengetahuan Alam merupakan tugas yang kompleks. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam guru diharapkan membantu siswa belajar dengan merangsang mereka berpikir, melakukan kegiatan fisik, mengembangkan bahasa dan sosialisasi serta mengembangkan diri mereka dalam alokasi waktu yang tersedia.

1. Merangsang Siswa Berpikir
Siswa dapat dirangsang berpikir melalui kegiatan menggunakan indera mereka. Siswa perlu dirangsang berpikir melalui kegiatan yang lebih bervariasi daripada hanya mendengarkan ceramah guru.
2. Melakukan Kegiatan Fisik
Agar siswa tidak bosan duduk diam di kelas, guru hendaknya merangsang kegiatan fisik (misalnya praktikum, melakukan observasi) yang membantu mereka memperoleh pengalaman yang penting untuk dipikirkan, dan untuk mengembangkan kemampuan bahasa mereka.
3. Mengembangkan Bahasa
Siswa belajar mengembangkan keterampilan berbahasa dengan berbicara. Karenanya dalam pembelajaran perlu diadakan pembicaraan siswa-siswa maupun siswa-guru untuk mengembangkan penalaran dan ketrampilan berkomunikasi.
4. Mengembangkan Keterampilan Sosial
Perkembangan keterampilan sosial sangat terkait dengan sukses akademis. Siswa yang secara sosial kurang berkembang dan sulit bergaul dengan temannya seringkali juga gagal dalam pembelajaran. Siswa cenderung belajar lebih baik melalui kegiatan belajar kelompok dan kooperatif. Ilmu Pengetahuan Alam memberikan kesempatan besar kepada siswa untuk bekerja sama dan mengembangkan hubungan sosial melalui kegiatan kelompok dan proyek.
5. Pengembangan Harga Diri
Siswa seringkali berjuang untuk memenuhi harapan orang tua dan guru. Dalam hal ini mereka membandingkan dirinya dengan teman-teman lainnya. Hal yang kurang menguntungkan mengenai hal ini adalah seringkali siswa tidak dapat membedakan antara usaha dan kemampuan. Bila mereka sudah berusaha keras melakukan suatu tugas dan gagal, mereka lalu menyimpulkan bahwa dia tidak akan pernah berhasil. Guru perlu memperhatikan hal ini dengan lebih menggalakkan kerjasama dan bukan kompetisi, yang dapat memperbaiki harga diri siswa dan menghilangkan perasaan tidak mampu.
6. Waktu
Guru tidak dapat menciptakan waktu yang lebih banyak, tetapi guru dapat mengatur waktu yang disediakan. Kenyataannya adalah bahwa siswa membutuhkan waktu untuk tumbuh, menjadi matang mengembangkan berpikir dan berkomunikasi, bersosialisasi dan memiliki harga diri yang benar agar dapat belajar Ilmu Pengetahuan Alam secara produktif.  Kebutuhan yang banyak ini merupakan bagian dari lingkungan pembelajaran.Guru hendaknya memperhatikan dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan siswa ini agar pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat berlangsung dengan baik. Siswa akan termotivasi secara intrinsik dan penuh percaya diri selaras dengan perkembangan keterampilan berpikir secara abstrak dan berkomunikasi untuk mengemukakan ide-ide mereka. Keberhasilan yang mereka alami melalui terpenuhinya kebutuhan mereka membantu mereka untuk mengembangkan dan memelihara kemampuan belajar secara mandiri.
 
 
 
 
 
 
 
 Sumber : Tim Depdiknas, 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: Kegiatan Pengembangan Sistem dan Pengendalian Program SLTP Jakarta
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: