andadari_

Pengertian Motivasi

on April 19, 2013

Motivasi adalah pemula dan arah dari tingkah laku. Sebagai pemula (initiation) motif  menyiapkan atau menyediakan energi yang dibutuhkan untuk bertindak. Motif  juga menimbulkan kesiapan mental (mental set) sehingga individu dapat bertingkah laku dengan sebaik-baiknya. Motif mengarahkan tingkah laku (direction), yaitu mengatur respon pusat susunan saraf terhadap stimulus-stimulus yang datang dari dalam (kebutuhan diri-inner need) disesuaikan dengan stimulus yang datang dari luar. Mengarahkan berarti kecenderungan secara sadar menekuni satu tujuan tertentu, ditengah berbagai stimulus yang berubah-ubah. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya sensitivitas indera, persepsi, konsentrasi atensi yang membantu usaha mencapai tujuan.

Inner need mengelompokkan motif  menjadi dua kelompok, yakni kebutuhan biologis dan kebutuhan psikologis. Kebutuhan biologis atau biological drives, dasarnya adalah kebutuhan jasmaniah dan kebutuhan untuk melanggengkan hidup organisme. Dorongan biologis ini merupakan mekanisme yang membantu individu menjaga keseimbangan fisiknya, menjaga agar suasana internal dalam tubuh tetap normal yang disebut sebagai mekanisme homeostatik. Termasuk dalam kelompok ini antara lain : hunger drive (dorongan rasa lapar), haus, kebutuhan udara segar, kehangatan, lelah, mengantuk dan dorongan menghindar dari rasa sakit.

Motif  psikologis adalah motif yang timbul berdasarkan elemen-elemen kesadaran, motif yang dipelajari dalam hubungannya dengan lingkungan (learned motives) dan motif-motif yang bersifat sosiologis. Termasuk kelompok ini antara lain : motif untuk memperoleh pengetahuan baru, motif  ingin tahu, motif harga diri, motif memperoleh rasa aman dan motif  bergaul dalam kelompok.

Motivasi dan Siswa

1. Siswa datang ke sekolah tidak semata-mata didorong oleh motif belajar menuntut ilmu. Siswa datang ke sekolah untuk berkumpul dengan teman sebayanya, untuk mendapatkan kesibukan, untuk keluar dari suasana rumah yang membosankan dan untuk menjadi terkenal di lingkungannya.
2. Sekolah dan guru yang mampu menyediakan kesempatan bagi siswa untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya sampai pada kebutuhan yang tinggi tarafnya (Maslow) adalah sekolah yang “ideal”.
3. Kegiatan-kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang direncanakan dengan baik akan menjadi sarana pembentukan pribadi siswa yang baik pula, bukan sekedar membuang waktu percuma.
4. Guru yang berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa berarti sudah menyelesaikan sebagian besar tugas profesionalnya.
5. Motif dan motivasi sangat mudah berubah-ubah, dituntut kewaspadaan yang tinggi untuk menanggulangi kemungkinan berkembangnya motif-motif yang destruktif terhadap motif belajar.
 
 
 
 
Sumber : Modul kuliah Psikologi IKIP Malang, oleh : Drs. Alwisol, M.Pd
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: