andadari_

Perkembangan Intelektual Anak ( Siswa )

on April 11, 2013

P1060429Para ahli psikologi dan ahli pendidikan banyak yang telah melakukan penelitian tentang perkembangan intelektual/perkembangan kognitif/perkembangan mental anak. Jean Piaget adalah seorang ahli ilmu jiwa anak yang berkeyakinan bahwa dengan memahami proses berpikir yang terjadi pada anak, dia dapat menjawab pertanyaan, “Bagaimana memperoleh pengetahuan?” dan “Bagaimana kita tahu apa yang kita ketahui?”

Tingkat perkembangan intelektual anak oleh Piaget dibedakan atas empat periode seperti di bawah ini :

1. Sensori-Motor (0-2) tahun
Sifat-sifat : Stimulus Bound, anak berinteraksi dengan stimuli dari luar. Lingkungan dan waktu terbatas, kemudian berkembang sampai dapat berimajinasi. Konsep tentang benda berkembang, mengembangkan tingkah laku baru, kemampuan untuk meniru. Ada usaha untuk berfikir.
Perubahan yang terlihat : Gerakan tubuhnya merupakan aksi refleks, merupakan eksperimen dengan lingkungannya.
 
2. Pra Operasional (2-7) tahun
Sifat-sifat : Belum sanggup melakukan operasi mental. Belum dapat membedakan antara permainan dengan kenyataan atau belum dapat mengembangkan struktur rasional yang cukup. Masa transisi antara struktur sensori motor ke berpikir operasional.
Perubahan yang terlihat : Sifat egosentris baru akan berkembang bila anak banyak berinteraksi sosial. Konsep tentang ruang dan waktu mulai bertambah. Bahasa mulai dikuasai.
 
3. Operasional Konkret ( 7-11) tahun
Sifat-sifat : Berpikir konkret, karena daya otak terbatas pada obyek melalui pengamatan langsung. Dapat mengembangkan operasi mental, seperti menambah, mengurangi. Mulai mengembangkan struktur kognitif berupa ide atau konsep. Melakukan operasi logika dengan pola berpikir masih konkret.
Perubahan yang terlihat : Tidak egosentris lagi. Berpikir tentang obyek yang berhubungan dengan berat, warna dan susunan. Melakukan aktivitas yang berhubungan dengan obyek. Membuat keputusan logis.
 
4. Operasional Formal (11 tahun ke atas)
Sifat-sifat : Pola berpikir sistematis meliputi proses yang kompleks. Pola berpikir abstrak dengan mempergunakan logika matematika. Pengertian tentang konsep waktu dan ruang telah meningkat secara signifikan.
Perubahan yang terlihat : Anak telah mengerti tentang pengertian tak terbatas, alam raya dan angkasa luar.
 
 
 
 
Menurut Piaget ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan intelektual/mental anak sebagai berikut :
 
1. Kematangan (Maturation)
Perkembangan sistem saraf sentral, otak, koordinasi motorik dan proses perubahan fisiologis dan anatomis, akan mempengaruhi perkembangan kognitif. Faktor kedewasaan atau kematangan ini memang berpengaruh pada perkembangan intelektual tetapi tidak cukup menerangkan perkembangan intelektual.
 
2. Pengalaman fisik (Physical Experience)
Pengalaman fisik terjadi jika anak berinteraksi dengan lingkungannya. Tindakan fisik ini memungkinkan anak dapat mengembangkan aktivitas dan gaya otak, sehingga mampu mentransfernya dalam bentuk gagasan atau ide. 
 Dari pengalaman fisik yang diperoleh anak dapat dikembangkan menjadi matematika logika. Dari kegiatan meraba, memegang, melihat, berkembang menjadi kegiatan berbicara, membaca dan menghitung.
 
3. Pengalaman sosial (Social Experience)
Pengalaman sosial diperoleh anak melalui interaksi sosial dalam bentuk pertukaran pendapat dengan orang lain, percakapan dengan teman, perintah yang diberikan atasan, membaca dan bentuk lainnya. Dengan cara berinteraksi dengan orang lain lambat laun sifat egosentrisnya berkurang. Ia sadar bahwa gejala dapat didekati atau dimengerti dengan berbagai cara. Melalui kegiatan diskusi anak akan memperoleh pengalaman mental. Dengan pengalaman mental inilah, memungkinkan otak bekerja dan mengembangkan cara-cara baru untuk memecahkan persoalan. Disamping itu pengalaman sosial dijadikan landasan untuk mengembangkan konsep-konsep mental seperti kerendahan hati, kejujuran, etika, moral dan sebagainya.
 
4. Keseimbangan (Equilibration)
Keseimbangan merupakan suatu proses untuk mencapai tingkat fungsi kognitif yang semakin tinggi. Keseimbangan dapat dicapai melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi menyangkut pemasukan informasi dari lingkungan dan menggabungkannya dalam bagan konsep struktur yang ada pada otak anak. Akomodasi menyangkut modifikasi bagan konsep untuk menerima bahan atau informasi baru.
Suatu stimulus dapat mengganggu keseimbangan, tetapi dengan suatu respon dia dapat mengembalikan diri pada keseimbangan. Piaget percaya bahwa manusia harus selalu dalam keadaan keseimbangan. Sebagai hasil adaptasi dengan lingkungan maka individu secara progresif menunjukkan interaksi dengan lingkungan secara lebih rasional.
 
 
Sumber : Tim Depdiknas, 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: Kegiatan Pengembangan Sistem dan Pengendalian Program SLTP Jakarta
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: