andadari_

Mengatasi Sifat Pelupa Pada Manusia Karena Proses Menua

on July 4, 2011

Menjadi tua adalah manusiawi. Setiap tahun manusia bertambah angka dalam usia walau sebenarnya secara hakiki berkuranglah jatah usianya.  Panjang umur, tetap sehat, bermanfaat bagi alam adalah harapan yang mulia.

Kenyataan yang kita jumpai sifat pelupa seringkali menghinggapi pada manusia dengan usia yang bertambah tua.  Pelupa dikenal pula sebagai suatu keadaan dementia senilis dan dementia tipe Alzheimer.  Pelupa seringkali diartikan sebagai pikun.

Pelupa tidak selamanya tidak dapat diatasi. Beberapa cara dapat dilakukan untuk melatih daya ingat.      Dr. robert West seorang profesor psikologi di Universitas Florida dalam artikelnya yang berjudul Memory power-how to improve it mengemukakan 8 petunjuk untuk melatih daya ingat yang meliputi :

  1. memberi perhatian (pay attention)
  2. memelihara adanya rangsangan (maintain challenge)
  3. memelihara kesehatan (stay healthy)
  4. meyakinkan dirinya bahwa ia bukan dari tipe orang yang tegar (forget stereotype)
  5. menemukan sistem tidak mudah lupa (be strategic)
  6. menemukan sistem mengingat-ingat (evaluate yourself)
  7. menghafal, mengulang-ulang (rehearse)
  8. mengasosiasikan sesuatu dengan suatu konteks (reinstate the context)

Sumber :   Josaputra, K.T. 1987.  Interaksi Proses Menua, Olah Raga dan Kesehatan. Jakarta :  PT Bhratara Karya Aksara.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: